Mulia Jaya - Pemerintah Desa Mulia Jaya menggelar Rembuk Stunting Desa di Gedung Serba Guna Desa Mulia Jaya pada Jumat (26/07/2024) Pagi.
Ketua BPD Mulia Jaya Muhammad Aras dalam sambutan pembukaannya menyampaikan bahwa Stunting merupakan isu yang wajib diperhatikan bersama demi terwujudnya Desa Mulia Jaya yang bebas dari Stunting.
"Stunting ini adalah isu nasional, oleh sebab itu kita wajib perhatikan secara bersama-sama agar Desa yang kita cintai ini bebas dari stunting" Ucap Aras dalam sambutannya
Senada dengan Ketua BPD Mulia Jaya, Kepala Desa Mulia Jaya Suraji juga menegaskan akan memperhatikan stunting dan berusaha maksimal agar tidak ada kasus stunting di Desa Mulia Jaya dengan membuat program- program yang langsung memiliki pengaruh terhadap pencegahan stunting.
"Kita harus benar-benar bekerja keras, melalui Program Ngopi Maseh kita harus memikirkan bersama agar Desa Mulia Jaya tidak ada kasus stunting, kita akan naikkan honor kader- kader desa ini supaya kerjanya bisa lebih maksimal" Ucap Suraji.
Dikesempatan yang sama, Sekcam Dangia Asep Waluyo juga menegaskan prioritas kegiatan yang akan dilaksanakan tahun 2025 harus memiliki hubungan langsung terhadap pencegahan hingga penanganan stunting.
"Kita fokuskan kegiatan tahun depan harus bisa berhubungan langsung dengan pencegahan stunting hingga penanganannya, selain honornya tadi sudah mau dinaikan sama Pak Desa, kita juga harus lebih kreatif dalam pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat" tegas Asep.
Kader Pemberdayaan Masyarakat (KPM) Desa Mulia Jaya dalam pemaparan Kartu Skor Desa menjelaskan bahwa di Desa Mulia Jaya terdapat 4 Keluarga Resiko Stunting sesuai sinkronisasi data dengan UPTD BKKBn Kecamatan Dangia.

"Data Keluarga Resiko Stunting yang bersumber dari UPTD BKKBn Kecamatan Dangia ada 4 keluarga, sesuai dengan indikator Jamban Sehat, Air Minum Sehat, 4 T, dan kontrasepsi modern" Jelas Jusmida KPM Mulia Jaya.
Dalam sesi tanya jawab, salah satu peserta mengajukan pertanyaan kepada UPTD BKKBn dan UPTD Puskesmas tentang kriteria stunting, sebab menurutnya standar setiap instansi berbeda- beda sehingga membuat masyarakat bingung mengikuti standar yang mana.
Muliati yang mewakili Kepala UPTD BKKBn Kecamatan Dangia menjelaskan bahwa kriteria Keluarga Resiko Stunting ada 4 poin penting.
"Jadi bapak dan ibu, yang tadi ada namanya itu bukan stunting tapi keluarga resiko stunting, kenapa disebut resiko, karena memenuhi kriteria verval yang kami lakukan, pertama adalah PUS baru yang belum punya anak, kedua catin, ketiga Bumil/ Bunifas, keempat Balita dan kelima Baduta" Jelasnya
Dirinya melanjutkan bahwa dari 5 verval tersebut, terdapat 4 poin indikator yaitu pertama Air Minum, jika sumber air minumnya kotor maka resiko stuntingnya juga akan meningkat.

"Indikator yang kedua adalah Jamban, meskipun seperti kita ketahui bahwa Desa Mulia Jaya sudah ODF ya, sudah pernah diprogramkan jambanisasi kepada semua warga namun masih ditemukan warga yang belum membuat jamban dari bahan dan materian yang telah diserahkan oleh desa" lanjutnya
Indikator yang ketiga adalah 4 T yaitu Terlalu Muda, Terlalu Tua, Terlalu Banyak dan Terlalu Dekat, lalu indikator keempat adalah Kontrasepsi Modern.
"Hamil terlalu muda ataupun terlalu tua beresiko tinggi, sehingga kita dilarang menikahkan anak dibawah umur, apalagi punya anak terlalu banyak, bagaimana nanti nutrisinya kalau terlalu banyak apalagi terlalu dekat" lanjut Muli.
Sedangkan menurut Hendra Staf UPTD Puskesmas Dangia bagian Gizi menuturkan bahwa standar yang digunakan oleh Puskesmas adalah sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 2 Tahun 2020 tentang Standar Antropometri Anak.
"Dalam Permenkes 2/2020 dijelaskan standar antropometri anak, dan itu sesuai dengan standar WHO" Jelas Hendra.
Melihat antusias yang begitu besar dari peserta musyawarah, Kepala Desa Mulia Jaya mengusulkan untuk membuat Inovasi Desa untuk mencegah dan mengatasi stunting di Desa Mulia Jaya.
"Kita harus berinovasi, dan kami sudah menyusun inovasi di Desa Mulia Jaya dengan nama ANTINGMAS atau Atasi Stunting Mulia Jaya Sejahtera, namun program ini memerlukan komitmen yang kuat dari semua pihak termasuk Puskesmas dan BKKBN dan semua instansi yang terkait untuk benar- benar bisa melaksanakan inovasi ini dan kita membawa Desa Mulia Jaya menjadi Desa yang Berkualitas" Papar Suraji

ANTINGMAS ini dibuat melalui Inovasi Kepala Desa diawal menjabat yaitu NGOPI MASEH atau Ngolah Pikir Mulia Jaya Sejahtera.
ANTINGMAS diharapkan dapat menekan peningkatan angka stunting di Desa Mulia Jaya dan bisa membawa Desa Mulia Jaya menjadi Desa yang Berkualitas.
"ANTINGMAS ini kedepan bisa menjadi contoh untuk desa- desa yang lain dalam penanganan stunting, dan dapat juga di modofikasi oleh Pemerintah Kolaka Timur menjadi ANTING KERTAS yang kepanjangannya Atasi Stunting Kolaka Timur Berkualitas" Kata Hery Sekdes Mulia Jaya.
Desa Mulia Jaya memang dikenal sebagai Desa yang kreatif dalam membuat program kerja di Desanya, selain kreatif, Desa Mulia Jaya juga mampu membuat inovasi dan menjadi Pioner di Kolaka Timur.
"Ini semua karena aparat kami masih muda-muda, jadi masih bisa berfikir visioner dan kreatif dalam menciptakan inovasi baik dengan menciptakan sendiri atau melalui metode ATM atau Amati Tiru Modifikasi" tutup Hery
Tim Redaksi MLJ News
#NGOPIMASEH #ANTINGMAS #KOLTIM #DESAVIRAL
Nyoman
28 Juli 2024 02:14:23
Mantap Terobosan baru dan inovatif Tapi, bagusx ada uraian aksi nyatax seperti apa ANTINGMAS itu dilaksanakan, agar golx bebas stanting d desa mulya jaya